Contoh Soal Dasar-Dasar Kefarmasian Kelas 10 Semester 2

Pada kesempatan kali ini, admin akan membagikan latihan soal pilihan ganda mata pelajaran Dasar-Dasar Kefarmasian untuk SMK Farmasi kelas 10 semester 2 kurikulum 2013 dan 5 soal uraian atau essai. Soal Dasar-Dasar Kefarmasian kelas 10 ini diperuntukkan bagi adik-adik yang hendak mengikuti persiapan ujian / penilaian akhir semester genap atau sebagai bahan latihan atau sebagai bahan ajar untuk guru mapel poduktif kelas X Farmasi. Baiklah langsung saja berikut Contoh Soal Dasar-Dasar Kefarmasian Kelas 10 Semester 2 Kurikulum 2013.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A jenis H5N1 yang ditularkan oleh unggas dan menyerang manusia yang sangat mematikan disebut…
a. Influenza
b. Avian Influenza
c. Cacar air
d. Herpes
e. Hepatitis

2. Adeps lanae merupakan dasar salep…………
a. Dapat dicuci dengan air
b. Dapat larut dengan air
c. Serap
d. Penutup
e. Hidrokarbon

3. Berikut ini adalah gejala dari konstipasi,kecuali…
a. Mengejan
b. Defekasi tidak lancer
c. Anoreksia
d. Perasaan tidak nyaman dimulut
e. Demam

4. Cara pembuatan salep yang mengandung camphora adalah………
a. Jika dalam resep terdapat menthol, camphora ditambahkan terakhir
b. Dilarutkan dalam air yang dicampur dengan dasar salep dalam pot tertutup
c. Jika camphora berupa zat tunggal, camphora ditetesi lebih dahulu dengan etanol 95%
d. Jika dalam resep terdapat minyak lemak, camphora dilarutkan dalam minyak lemak
e. Jika dalam resep terdapat minyak lemak, camphora dilarutkan dalam dasar salep, baru dicampur dengan minyak lemak

5. Pengisian kapsul dengan cara serbuk dibagi sesuai dengan jumlah kapsul yang diminta. Lalu tiap bagian serbuk dimasukkan dalam badan kapsul dan ditutup adalah pengisian dengan cara………..
a. Tangan
b. Alat bukan mesin
c. Mesin
d. Alat yang tidak bergerak
e. Pemanasan langsung

6. Resep dibawah ini yang menurut cara pembuatannya mengikuti aturan pembuatan salep no.4 adalah………
a. R/ Menthol        10
   Mentylis salicylas    10
   Adeps lanae        100
   m.f unguentum
b. R/ Pellidol        0,1
   ZnO                20
   m.f unguentum
c. R/ Kalii Iodid    3
   Lanolin        16
   Ungt. Simplex ad    30
d. R/ Kalii Iodidi    2
   Ceraflava        3
   Oleum Sesami            3
   Vaseline        10
   M.F unguentum  
e. R/ Alkohol Cetylici    4
   Adeps Lanae        10
   Vaseline Album    86
   M.f unguentum

7. Contoh dari golongan obat anti muskarinik selekif adalah…
a. Omeprazole
b. Pirenzepin
c. Ranitidin
d. Meloxicam
e. Mylanta

8. Serbuk ringan, bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan sebagai obat luar, disebut…
a. Pulvis conspersus
b. Pulvis adspersorius
c. Pulvis dentifricius
d. Pulvis effervescent
e. Pulvis sternutatorius

9. Cara mengerjakan MagnesiiSulfas dalam pulvis adalah sebagai berikut……
a. Digerus halus dalam mortir panas
b. Diganti dengan ekiskatusnya dalam jumlah 67 %
c. Diganti dengan ekiskatusnya dalam jumlah 50 %
d. Diganti dengan ekiskatusnya dalam jumlah 33 %
e. Digerus dengan etanol 95 % q.s. kemudian dikeringkan dengan lactosum, barulah      dicampur dengan bahan lainnya

10. R/  Paracetamol  500 mg
Dexamethason         0,5 mg
Ambroxol          10 mg
m.f. pulv.da in caps dtd no. X
S. 3 d.d. cap 1

Prinsip pembuatan sediaan obat berdasarkan resep diatas adalah……….
a. Pemilihan kapsul, pengecilan ukuran partikel, pengisisan kapsul, pencampuran
b. Pengecilan ukuran partikel, pemilihan kapsul, pengisian kapsul, pencampuran
c. Pemilihan kapsul, pencampuran, pengecilan ukuran partikel, pengisian kapsul
d. Pencampuran, pengecilan ukuran partikel, pemilihan kapsul, pengisian kapsul
e. Pengecilan ukuran partikel, pencampuran, pemilihan kapsul, pengisian kapsul

11. Penyebab dari penyakit cacar air adalah…
a. Varicella Zoster
b. Herpes simpleks
c. Polivirus
d. Influenza tipe
e. Influenza haemophilus

12. Metode pembuatan krim dengan kadar lemak tingi adalah……….
a. Fase lemak dan fase air dipanaskan perlahan, larutan sabun digerus sampai terbentuk masa krim
b. Fase lemaknya dilelehkan, bagian larut air dicampur air panas, dicampur sampai terbentuk krim
c. Zat larut air ditambah 30 % air, kemudian zat fase lemak dilelehkan bersama, gerus homogeny
d. Bentuk larutan sabun, kemudian fase lemak dipanaskan perlahan, digerus sampai terbentuk krim
e. Fase lemak ditambah fase air, ditambahkan air panas, gerus homogeny

13. R/     Magnesii Oxydi        5
Bismuth.Subcarbonas        5
Saccharum Lactis        5
m.f.pulv.
S.t.d.d.I cap

Berat jenis Bismuth. Subcarbonas > Saccharum Lactis > Magnesii Oxydi. Pada pembuatan serbuk yang dimasukkan ke dalam mortir dan digerus paling akhir adalah……
a. Magnesii Oxydi
b. Bismuth. Subcarbonas
c. Saccharum Lactis
d. Magnesii Oxydi dan Bismuth. Subcarbonas
e. Bismuth. Subcarbonas dan Saccharum Lactis

14. Dr. Suparyanto
DSP/60007/03.P/75C
Jl. Kalimas Utara II No. 62- Jakarta, Trlp. 45011
R/ Ciprofloxacin tab. 500 mg        No. VI
S. 2 dd tab I                Paraf dokter
R/ Asam Mefenamat tab 500 mg    No. X
S. 3 dd tab I p.r.n                Paraf dokter
Pro    : Dony W
Umur    : 17 tahun
Alamat    : Jl. Rinjani I No. 55 Jakarta

Kelengkapan yang tidak ada pada resep dokter diatas adalah…..
a. Invecatio
b. Subcriptio
c. Signature
d. Inscription
e. Ordination

15. Dibawah ini tanda dan gejala umum penyakitt cacingan, kecuali…
a. Lemah, letih, lesu
b. Hilang nafsu makan
c. Rambut seperti jagung
d. Panas tinggi
e. Kepala pusing

16. Dr I Santoso, Sp.A
SP.2235/P/XI/2015
Praktek Rumah Jl Diponegoro 111
Perum CDF
Pati, 1 Juni 2016
R/    Codein    10 mg
    GG    10 mg
    CTM    4 mg
    SL    qs
    m.f pulv dtd no X
    S t dd pulv I
Pro : An. Ima (8 th)
Alamat : Jl setia no 9 CDF

Berdasarkan resep dokter di atas, komponen resep yang disebut remidium ajuvans adalah……..
a. S tdd pulv I
b. Mf pulv dtd no X
c. Codein 10 mg
d. CTM 4 mg
e. SL qs

17. Dibawah ini adalah contoh obat golongan fluorokuinolon, kecuali…
a. Ciprofloksasin
b. Enoksasin
c. Ofloksasin
d. Tetrasiklin
e. Norfloksasin

18. Contoh bahan tambahan yang berfungsi untuk menjaga kestabilan sediaan obat :
1. Antioksidan
2. Pengawet
3. Pewarna
4. Pengemulsi
Yang benar mengenai bahan tambahan yang berfungsi untuk menjaga kestabilan sediaan obat adalah……….
a. 1,2,3
b. 2,3,4
c. 1 dan 3
d. 2 dan 4
e. 1 dan 4

19. Teknik memasukkan zat ke dalam kapsul dengan cara menambahkan laktosa atau amylum (bahan inert netral) supaya menghambat kapsul rapuh atau lembek, ini adalah untuk zat………….
a. Alcohol
b. Kreosot
c. Minyak lemak
d. Minyak atsiri
e. KI, NaI, NaNO2

20. Obat yang digunakan sebagai analgesik karena sebagai anti inflamasi kurang efektif dibanding dengan aspirin yaitu….
a. Antalgin
b. Metamizol
c. Metampiron
d. Triamsinolon
e. Asam mefenamat

21. R/    Rifampisin    300 mg
INH        100 mg (Dm : – / 10 mg/kgBB)
Piridoksin      10 mg
Lactosum    100 mg
Mf pulv dtd no C
S omne mane II pulv
Pro : santi, 8 th, 20 kg
Dosis INH dari resep diatas adalah……..
a. 50 %
b. 60 %
c. 70 %
d. 80 %
e. 100 %

22. Hitung dosis untuk resep dibawah ini !
R/    Codein HCl    0,01    (DM : 60 mg/300 mg)
    Paracetamol    250 mg
    Mf pulv dtd no XII
    S tdd I pulv
Pro : Edward (5 th)
a. 22 %
b. 33 %
c. 35 %
d. 42 %
e. 50 %

23. Cangkang kapsul yang bisa digunakan untuk resep dibawah ini adalah cangkang kapsul ukuran……….
R/    Antalgin    250 mg
    GG        50 mg
    Theophyllin    100 mg
    Mf caps dtd no X
    S sos caps I
Pro : Andika (12 th)
a. 0
b. 1
c. 2
d. 3
e. 4

24. Berikut adalah terapi farmakologi dari TBC…
a. Intunal
b. Isoniazid
c. Vitamin
d. Acyclovir
e. Kotrimokazol

25. R/     Rifampisin
Isoniazide    aa     90 mg
Pyridoxine HCl      4 mg
Mf pulv dtd no XC
Da in caps
S o mane caps I ac
Pro : satya (8 th, 29,1 kg)
Jika DM INH adalah – / 10 mg/kg BB maka Dosis INH adalah…………
a. 20,9 %
b. 30,9 %
c. 40,9 %
d. 50,9 %
e. 60,9 %

26. R/     Paracetamol        0,200
CTM            0,002
Dextromethorphan    0,015
Mf pulv dtd no X
S t dd pulv I pc
Pro : ananda (10 th)
Jumlah bahan berturut-turut untuk resep diatas adalah…………
a. 4 tablet paracetamol, 5 tablet CTM, 10 tablet DMP
b. 5 tablet paracetamol, 4 tablet CTM, 10 tablet DMP
c. 4 tablet paracetamol, 10 tablet CTM, 5 tablet DMP
d. 5 tablet paracetamol, 10 tablet CTM, 4 tablet DMP
e. 4 tablet paracetamol, 4 tablet CTM, 10 tablet DMP

27. Kesulitan defekasi karena tinja mengeras, otot polos lumpuh dan gangguan reflex defekasi merupakan pengertian dari…
a. Diare
b. Konstipasi
c. Obstipasi
d. Megakolon
e. Tukak lambung

28. Dr. Suparyanto
DSP/60007/03.P/75C
Jl. Kalimas Utara II No 6
R/    Ciprofloxacin tab 500 mg No VI
    S 2 dd tab I                Paraf dokter
R/    Asam mefenamat tab 500 mg No X
    S 3 dd tab I prn            Paraf dokter
Pro     : Dony W
Umur     : 17 th
Alamat    : Jl. Rinjani I no 5
Kelengkapan resep yang tidak ada pada resep dokter di atas adalah……..
a. Invocation
b. Subcriptio
c. Signature
d. Inscription
e. Ordination

29. Reflex yang terangsang oleh iritasi paru-paru atau saluran pernafasan adalah…
a. Nyeri
b. Demam
c. Batuk
d. Diare
e. Muntah

30. Salep yang banyak mengandung air dan mudah diserap kulit disebut………..
a. Unguenta
b. Pasta
c. Jelly
d. Krim
e. Sale

II. Soal Uraian

1. Mengapa obat golongan AINS dapat menyebabkan penyakit tukak lambung? Jelaskan!
2. Sebut dan jelaskan minimal 3 penyakit kulit yang disebabkan karena infeksi jamur!
3. Sebutkan 5 obat golongan sefalosporin dan golongan penisilin!
4. Sebutkan peraturan salep no. 1 sampai 4 yang ada di IMO!
5. Hitunglah dosis resep dibawah ini!

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *